ayah--
** dulu aku membencimu karena selalu melarangku ini itu, selalu marah ketika ku bermain, selalu marah ketika bangun siang, selalu marah ketika aku kerja kelompok padahal itu untuk sekolahku, selalu menyuruh makan padahal aku tidak lapar, menyuruh tidur siang padahal aku masih mau maen.. menyuruhku melakukan semua yg tidak ingin ku lakukan..
** dulu aku anti tidur denganmu, kenapa? ay selalu merasa terganggu dengan dengkuranmu, selalu merasa tidak nyaman ketika kau memelukku dan selalu berkata "ayo yah, panas tauk " dengan ketusnya aku melepas pelukanmu itu.. dan membiarkanku untuk tidur jauh dari sisimu seperti yg ku inginkan
** dulu aku menjauhimu, kenapa? karena aku merasa didikanmu terlalu keras dan membuatku berfikir ayah pilih kasih, selalu dan selalu salah... tingkahku semakin menjadi karena aku berusaha berontak. sempat ingin meninggalkanmu, sempat ingin ku membantah dan membentakmu. seperti ayah membentakku saat maen gitar.
**dulu aku malu : umurmu yang sudah 55 th membuatku menjawab "itu kakekku" ketika temanku bertanya itu siapa. aku tidak pernah ingin ayah kesekolah menjemput dan mengantarku karena aku malu. entah apa yg membuatku seperti itu.
** dulu aku anti makan bersama denganmu, kenapa? karena aku tidak suka makan, selalu makan sedikit , dan ayah selalu menyuruhku menambah lagi nasi itu sebanyak yg ayah inginkan dan lagi-lagi aku menangis. sering menertawakanmu dan selalu menghindari ketika kau sakit, aku takut ayah merepotkanku, aku tidak bersedia untuk itu. selalu mencari-cari kesalahanmu dan jika ayah sudah salah dan ibu ikut marah maka semua rumah akan ribut. disitu aku akan keluar rumah dan bermain, membiarkan pertengkaran itu terjadi dan tak perduli.
*****ayah,., dan ketika kau menutup mata, aku tak bisa berenti menangis, sampai sekarang.. ku ketik cerita ini airmata tetes demi tetes masih mengalir.
--- sekarang ayah, ku bersedia melayanimu layaknya pelayan, tapi ayah,., tak lagi yg mau aku layani... sudah jauh kau meninggalkanku. ayah, aku mau makan yg banyak denganmu, kali ini aku akan makan sebanyak yg ayah inginkan. ayah, ku merindukan dengkuranmu, ayah ku bersedia gerah dalam pelukanmu, ayah-- bersedia diam dan membuang gitarku,., ayah, aku ingin memamerkan ayahku ke seluruh teman-temanku-- ini ayah ku,., ayah is the best se dunia-- ayah,. aku mau membelamu jika ada yg menyalahkanmu masalah uang.. ayah aku mau melakukan apapun yg ayah minta., apapun ayah...
tapi sekarangpun, meski aku akan berteriak memanggil namamu di atas nisan itu, ayahpun takkan ada takkan membentakku untuk tidak berteriak-teriak..
ayah.,. jika ada cara untuk menemuimu, akan kutemui, akan ku hampiri, akan ku katakan betapa aku mencintaimu, betapa aku merindukanmu., betapa aku merindukan hal itu terjadi lagi.,. hal yg selalu mebuatku rindu akan kemarahanmu,., ayah aku bersedia diam untuk itu..
17 th ku habiskan untuk membantah dan membencimu-- dan sekarang sampai mati pun kan ku persembahkan atas namamu ayah... namun 2 tahun yg lalu sampai sekarang aku tak bisa berenti untuk menangis,., masih menangis saat ku merindukanmu.. masih menangis ketika kku melihat sesosok org lain perawaakan sama seperti mu.masih menangis ketika kupandangi sesosok wajahmu di foto ini... ayah...
adakah yg bisa kulakukan disini untukmu?
adakah yg harus kupatuhi lagi untukmu?
Tuhanku, katakan padanya betapa ku mencintainya., betapa ku merindukannya,., betapa ku ingin memeluk sosoknya,., betapa ku menangis disini tanpanya...