Minggu, 31 Maret 2013

maaf jika aq terlalu banyak mengaduh ...

Allahku..
mungkin angin dan suara krik-krik mengerti knp aq terjaga malam ini
bukan karena indahnya malam membuatku enggan untuk tidur
bukan juga karena mesranya gerhana membuatku betah terjaga
tapi disini, karena ini...
tanpa bisa tahu kenapa dan bagaimana, lalu apa
disini, di relungku..
masih terasa sepinya hati tanpamu, Alm.Ayahku

semalam, isakan tanpa suara ..
lagi dan lagi
dan jika ini sujud terakhirku, Allahku
ijinkan aku menangis sekeras-kerasnya
jika ini masih bukan sujud terakhirku
ijinkan aku sedikit saja merasakan hangatnya bersandar di bahu Alm.ayahku
karena mungkin tetesan air malam ini mengerti bagaimana aq merindukannya, Allahku.

Jumat, 15 Maret 2013

15 Maret 2013

aku tahu yang sebenarnya
mengerti dengan apa yang terasakan
meski aku buta, aku masih bisa membedakan antara rasa yang tulus
atau...
keterpaksaan saja ...
jika memang harus terulang kembali luka yang lalu
mungkin hanya bisa memejamkan mata
diam ..
lagi dan lagi ..

Minggu, 03 Maret 2013

dengan layar, aku bicara .......



Dengan layar aku bicara menggunakan mata dan gerakan tangan.  Suara-suara asing di sekeliling membuatku mempertajamkan indera pendengar. Topik basi dan susah dicerna menjadi makanan pokok telinga di senja ini.
Perpustakaanku yang dulu sunyi kini seakan tersulap menjadi pasar senja di kampus. kadang hanya lirikan mataku dan hembusan nafa berat untuk merespon mereka yang belum mengerti lelahnya hati dan letihnya airmataku untuk berkayuh di pipi basahku.
Mereka hanya perduli dengan dunia mereka dan seakan menjadi manusia robot yang digerakkan oleh ketakutan mereka di senja tadi. Pejabat, peringkat, kesenjangan sosial, jabatan, dan status sosial yan mereka bicarakan tadi membuatku ingin muntah dan membutuhkan antibiotik dosis tinggi untuk mengontrol hentakan dan hantaman rasa kesal yang menggelegar di dada dan menjadi pita-pita petir di mataku semakin panas.
Yang mereka tahu adalah aku mahasiswi penyendiri, dengan baju dan krudung kuning, ber-note book, disekililingku penuh dengan kertas koran dan buku-buku yang berserakan, lalu apa ?
Mereka tak mengerti alasan kenapa aku kesini mencari tenang atau sekedar mendinginkan hati.
Sapaan dan senyuman mereka terasa benar-benar palsu dan membuatku tersenyum berat sebelah (sinis.. yah... ) sudah seperti artis papan atas dan jempolan, lalu apa?
Bedanya adalah mereka bukan pemain di layar tivi, tapi mereka selalu dengan lihai bermain di layar mata. Meski asing, mereka adalah tokoh atau pemeran pembantu di skenario hidupku ciptaan-Mu, dan aku harus menghargainya.
Batman Begins - Diagonal Resize 2 Sumber Artikel Dari : http://info-kitaku.blogspot.com/2013/05/cara-membuat-animasi-kursor-di-blog.html#ixzz2Uy8pkCVO