Senin, 23 Februari 2015

pena tak bertinta untukmu, ayah

Ayah... ajari aku bagaimana aku harus bangkit ...
Ajari aku bagaimana aku bisa berdiri tak lagi hanya tidur bermimpi
Mengemis, memohon, meminta, dan bahkan memaksa
Ayah ... anakmu ini seakan enggan hidup

Ayah ... jika kemarin aku datang mencium nisanmu dengan bahagianya setelah rindu itu terhangatkan kembali
Kini aku kembali beku, malu rasanya untuk bertamu
Ayah, anakmu hari ini dengan percuma membuang air matanya
Hanya untuk menutupi rasa sakitnya
Ayah .. apakah dulu di masa kecilku, aku telah beraut wajah berdosa dan dibebankan duka seperti ini, ayah ?
Apakah ini kewajiban bagi Tuhan meletakkan dosa orang tuaku padaku ?
Apakah hak bagi mereka menolakku karena orangtuaku ?

Ayah ... entah aku bagaimana...
Aku lupa caranya merangkak
Aku lupa caranya hidup
Yang ku ingat hanya bagaimana dan kenapa aku menangis ...

Minggu, 22 Februari 2015

sepi dalam ramai ...

Mungkin seperti terompet yang ditiup dengan frekuensi tinggi namun tetap tak terdengar
Seperti tuli, mungkin iya... tapi apakah aku tak bertelinga.. hei telingaku lengkap.

Ayah ... tadi kamu berkata seandainya aku tahu
Aku tidak mau tw apa apa selain satu kamu kembali

Tapi kamu selalu menginginkanku untuk mengemis
Apakah sepantas dan selayak itu aku menjadi pengemis ?
Tidakkah bisa tanpa aku mengemis kamu menyedekahkan cintamu ?
Ayah.. aku mengerti jika terlalu banyak kupu kupu disekelilingmu yang siap menghibur
Ayah... sayangku, ada kalanya aku lelah, dan aku kini telah enggan.

Sabtu, 21 Februari 2015

pengkhianatan

Aku jatuh sejatuh jatuhnya jatuh cinta padanya
Bahkan jika bisa aku akan memberikan 5 liter darahku untuknya
Bahkan jika bisa aku akan memberikan semua indraku untuknya
Tanpa pernah berfikir dia akan mampu meninggalkanku, aku berikan semua sebisa dan semampuku
Seseorang yang menjadi partner ku dalam merangkai masa depan dan hidup selanjutnya, berencana memiliki beberapa orang anak, pekerjaan yang tidak sulit, hidup yang cukup, memiliki rumah yang indah ditengah hijaunya pedesaan.. rangkaian itu aku dan dia telah merencakannya sematang mungkin.. apakah ketika dia mengkhianati itu semua, tak adakah ingatan dalam lipatan fikirannya membuka memory tentang rencana itu? Setidaknya ketika jantungnya berdebar untuk wanita lain, tidakkah ia ingat seberapa besar aku terjatuh karenanya ...

Kecewaku telah melebihi batas maksimal porsi
Mungkin nyaris mendekati benci
Tapi sejujurnya, malam ini aku merindukanmu...
Sangat merindukanmu
Aku merindukan dekapan itu
Aku merindukan semuanya ....
Bisa saja aku mengambil henvonku dan meneleponmu, namun terlalu banyak "TAPI" dalam fikiranku menghambat gerakan tanganku untuk menekan tombol call

Sayang,
Malam ini aku ingin kembali memanggilmu sayang
Sayangku, ayahku
Telingaku rindu suaramu
Mataku rindu tatapanmu
Semua dariku merindukanmu...
Tapi aku tahu, bahwa itu salah... aku merindukan orang yang salah...

Di seluruh penjuru kota ini, tersemat kenangan kita
Lalu kemana aku bisa pergi ?kemana aku kabur dari rasa rindu itu ?

Malam ini, hari ke tiga kamu meninggalkanku ...

Kamis, 19 Februari 2015

19 februari 2015, jatuh sejatuh jatuh nya aku terjatuh

19 februari 2015

Hari ini aku benar benar jatuh ke lumpur pekat dan kotor
Melihat baju yang putih sudah seperti sampah
Daun daun kering itu masih berharga ketimbang aku yang hanya mengenakan baju yang PERNAH putih.

Tak kupungkiri... bahwa kondisi hati bukan hanya sekedar hancur dan remuk tapi telah menjadi pasir
Tidak, bukan pasir putih atau hitam... tapi seperti pasir tempat penyu penyu berak
Kotor dan sangat kotor ...
Berbicara ? Untuk apa lagi ?bahkan semut kecil disana itu mungkin telah mendengar jeritan kesakitanku
Mungkin tumpukan  keramik itu mungkin telah merasakan kerasnya beradu dengan lututku...

Iya Tuhanku... aku menyadari aku tak layak lagi menjadi manusia-Mu
Aku yang PERNAH berbaju putih, merasa malu dan telanjang


Batman Begins - Diagonal Resize 2 Sumber Artikel Dari : http://info-kitaku.blogspot.com/2013/05/cara-membuat-animasi-kursor-di-blog.html#ixzz2Uy8pkCVO