yang kamu inginkan adalah seorang wanita yang sempurna
dan aku bukanlah wanita sempurna
aku pertegas, aku tak sesempurna tuntutanmu
tidak masalah jika saat ini kembali terjaid seperti yang lalu
isakan ini, tidak masalah kamu kembali paksa aku meneteskan airmata
kecewa ini, tidak masalah kamu kembali melukai
sakit ini, tidak masalah kamu kembali mencaci
aku masih punya alasan untuk memaafkanmu
kadang,...
dalam diam, aku bertanya
adakah seseorang yang melihatku sempurna tanpa menuntutku menjadi sempurna, Allahku ?
setidaknya aku masih bisa merasakan senyum karena cinta
karena cinta hanya mengajarkanku bagaimana caranya diam dalam isakan, caranya diam dalam kekecewaan, caranya diam dalam menahan ego
karena cinta, hanya mengajarkanku indahnya melodi dan gerak tarian airmata
meski semuanya masih terkenang jelas, lalu kamu caci dan maki
lalu anggap itu hanya lukisan abstrak balita
tapi itu lebih dari indahnya pelangi
untukku.. semuanya lebih dari sekedar cerita..
kini...
cinta kembali mengajarkanku untuk tetap menjadi bisu dalam marah dan kecewaku
