jari ini .. seperti mesin tua yang tak henti terus berderit parau
mungkin saja hanya suara improve yang fals dan jauh dari melodi
yang mungkin juga hanya sebatas tulisa tanpa tinta tapi tetap disini aku sendiri..
diluar sana, begitu ramai ...
satu, dua, sepuluh, seratus, dan seribu orang bercengkrama
tapi tetap seakan aku hanya sendiri , sepi ... sunyi ..
karena tawa itu bukan karena "kuantitas" tapi "kualitas" personal
ya .. aku hanya bisa sembunyi di balik senyum palsu
hanya bisa sembunyi dengan apa yang disebut "tertawa"
dengar .. !
aku bukanlah wanita yang hanya duduk diam.
tapi aku, wanita yang tak bisa diam dan duduk seperti boneka
aku tau mungkin aku akan tertipu lagi
oleh jus "bisa" yang kamu berikan,
meski tanpa penawar, aku tetap meminumnya
dan menyebut namamu.. "jaga dia, Allahku "
kadang saja merasa sangat dan begitu bodoh
tapi itulah "jawaban" dari setiap pertanyaan"
"kenapa kamu masih sendiri ?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar