Mungkin seperti terompet yang ditiup dengan frekuensi tinggi namun tetap tak terdengar
Seperti tuli, mungkin iya... tapi apakah aku tak bertelinga.. hei telingaku lengkap.
Ayah ... tadi kamu berkata seandainya aku tahu
Aku tidak mau tw apa apa selain satu kamu kembali
Tapi kamu selalu menginginkanku untuk mengemis
Apakah sepantas dan selayak itu aku menjadi pengemis ?
Tidakkah bisa tanpa aku mengemis kamu menyedekahkan cintamu ?
Ayah.. aku mengerti jika terlalu banyak kupu kupu disekelilingmu yang siap menghibur
Ayah... sayangku, ada kalanya aku lelah, dan aku kini telah enggan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar