Minggu, 20 April 2014

bicara sendiri, bersama dinding.

heii kamuu, iya kamu

jangan hanya diam, aku berbicara karena ingin bicara bukan hanya ingin di dengar
seandainya kamu mempunyai mulut, bibir seperti apa yang kamu harapkan hei, dinding kamar
apakah bibir yang hanya diam dan menjaga, menahan?
apakah bibir yang dengan ringannya berkata ini dan itu, menilai tanpa mengerti, menggugat tanpa memahami

heii .. katakan
semua ini membuatku berfikir, apakah mereka menilaiku tidak sebagai manusia namun sebagai malaikat?
hingga mereka berfikir aku tak pernah lelah untuk mendengar cerca dan maki
hingga mereka mengira bahwa aku dan hidupku baik-baik saja?
hei .. tunggu dulu, ini bukan keluhan seperti yang mereka gugat. ini hanya cerita dan kamu hanya perlu mendengar ? kenapa? karena aku tahu kamu tak punya mulut. ya cukup saja kamu menghadap saya dan tak berpaling

kamu tahu, bicara masalah hati,
kini mungkin hati ini lelah dengan banyak alasan hingga ia tak mampu lagi merasa dan mutlak menolak
kadang aku sedikit memaksa diri untuk dapat merasakan gairah namun hampa

kaku
dingin
tak bergeming

kamu tahu, sebenarnya yang ku tunggu hanya dia
ibaratkan dua pintu awal dan akhir dalam suatu zona permainan
pertama aku membuka pintu, disitu aku melihat banyak permainan yang menggairahkan
terlalu banyak hadiah dan timangan yang membuatku terhenti
sejenak, dua tahun yang lalu aku sedikit menoleh pada pintu terakhir itu
namun pintu seakan masih tertutup dan masih bukan untuk aku
dan aku ? tentu terus mencoba tawaran permainan cinta yang mereka para lelaki janjikan
dan jelas karena aku manusia, itu semua manusiawi

dan akhirnya.. apakah kamu tahu ?
semuanya, tak ada yang membuatku berhenti untuk terus melihatnya dan berharap bahwa pintu terakhir itu adalah dia
entah dengan cara dan bahasa seperti apa aku ingin berkata "aku memilih kamu"
entah bagaimana dan mengapa aku ingin berkata "tetap disitu, menjadi pintu terakhirku"
entah kapan dan dimana aku ingin bertanya "maukah kamu menggenggam jariku, membuka bersama pintu itu dan tentu kita akan bersinar bersama surya, matahriku"

semuanya, serumit itu yang ingin aku katakan
atau dengan lagu ?
heii.. aku tak seindah mawar untuk bernyanyi
alunan ku tak semenawan petikan gitar

hei katakan sajalah padanya
dia yang kemarin memberikan aplikasi Matlab di perpustakaan itu kemarin
dia yang katanya ingin bertanya banyak hal
dia yang membuatku bingung untuk mencari alasan bertemu
dia yang rumah kost nya disitu yang pagi kemarin aku datang mengembalikan barang yang aku pinjam hanya untuk sebagai aliby tak berguna

ya semuanya tentang dia, bahkan ketika aku berkerja, belajar dan bercanda
atau bahkan ketika aku bersama laki-laki yang lain

mata ini heiii mata ini
tak enggan untuk melirik ke arah sana
bibir ini ya bibir ini
tak enggan untk bergumam namanya dan bertanya "kamu dimana, kak "
dan ya tentu tangan dan jarinya ini
tak malu untuk mengirim sedikit simple teks "selamat pagiii .." atau "selamat malam " ... atau "heii ... " atau hanya empty teks.. semuanya

entah kapan aku segila ini,
entah ini dimulai kapan dan aku tak bisa menafsirkan akhirnya bagaimana
yang ku tahu hanya rasa dua tahun yang lalu tak berubah hingga kini
dengan perasaan menggebu namun tetap dengan gaya sembunyi kucing

ah ... segila apa ?
segila rumput yang terus bergoyang tak tahu malu.


arhyka kusuma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Batman Begins - Diagonal Resize 2 Sumber Artikel Dari : http://info-kitaku.blogspot.com/2013/05/cara-membuat-animasi-kursor-di-blog.html#ixzz2Uy8pkCVO