ku terjebak di ruang nostalgia, sedikit memang, tapi lebih dalam dari memory yang lain. takkan pernah kurasa, merasakan yang lain, hadirnya yang lain, hati dan rasa yang datang.
aku menikmatinya, mencintai mengagumi menjaga dalam do'a,
ku hentikan semua yang tak penting hanya untuk menggugah perhatiannmu
aku menikmatinya, mencintai mengagumi menjaga dalam do'a,
ku hentikan semua yang tak penting hanya untuk menggugah perhatiannmu
hanya aku dan Dia - yang tak terlihat namun Maha Segalanya
dan Tuhanku, keyakinanku atas jawaban dari setiap sujud malamku, Engkau takkan membuatku menunggu lebih lama lagi, seperti kepompong yang bersiap untuk terbang, bukan ?
kahlil gibran dengan sayap-sayap patahnya
aku dengan cinta dan kepatahan hati
dan Tuhanku.... hentikan aku, ubahlah semua yang tak pernah berubah sejak 2 th yang lalu
semuanya Tuhanku, jangan sisakan satupun
maafkan aku,
2 tahun memang aku menunggunya
namun 2 tahun, aku belum puas menunggunya
entah kapan, hey jangan bertanya,... entah kapan aku bersedia berhenti
gibran menulis begini :
Hidupku dalam keadaan koma, kosong seperti hidup Adam di Surga, ketika aku melihat Selma berdiri di hadapanku seperti berkas cahaya. Perempuan itu adalah Hawa hatiku yang memenuhinya dengan rahasia dan keajaiban dan membuatku paham akan makna hidup
keriyakan cinta yang dulu hanya sebatas kata-kata ringan, kini berbicara tentangmu ...
aku hanya bisa tersenyum dan berkata "iya"
berat rasanya, ingin mendeskripsikan rasa ku
bahkan untuk mennarasikan tentang kamu.
aku mencoba meneguhkan diri diriak angin ribut seperti menara
aku ingin tetap diam mencintaimu, meski melodi cinta di telingamu cukup merdu
Tuhanku, Alasan ku untuk berhenti terlalu sedikit dan kurang cukup
tak sebanding
aku tak ingin Tuhanku,
harapan untuk bersamanya ini, yang benar tulus adanya harus dikebumikan di tengah samudra seperti cinta gibran pada selma
Tuhanku, tolong jangan kebumikan ini semua, semua yang perlahan kusempurnakan untuknya -
-ay-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar