Selasa, 20 Mei 2014

kering di kampus ekonomi

sesuatu yang tiba-tiba jatuh dan menyentuh hijab ini
daun kering
dan sangat kering
kekeringan itu seperti hausnya aku, ayah
aku merindukan cinta seperti rumah yang penuh dengan taman bermain
cinta yang membuatku menangis seperti anak kecil beraung-raung mengemis

air itu terus mengalir, ayah
sama seperti aku,  yang tak ingin mengusik kesenangan mereka untuk terus bicara dan bicara tanpa mau mendengar
ya,.. aku memahami, mencoba lebih mengerti
bahwa manusiawi jika mereka hanya ingin mendengar apa yang ingin mereka dengar
tanpa mencoba untuk diam.
aku menginginkan ketenangan Nil di Mesir sana
aku merindukan hangatnya debu Mesir dan kubah termegah.
aku seperti manusia yang berhati kerdil namun berangan menjadi surya

ayah ... mungkin pisau lebih memahami apa yang lebih tajam dari ujungnya
mungkin gergaji lebih memahami apa yang lebih keras dan kasar dari sisi serutannya

ayah ... rasanya seperti aku tertimbun di seonggok daun kering yang hanya bergemeretak tak jelas
aku merindukan melodi itu
aku merindukan syair itu, ayah

aku tak ingin menjadi tuli hanya untuk itu
tapi sampaikan pada_Nya karena ayah lah yang lebih dekat
kokohkan bahu anakku, Tuhanku
lapangkan hatinya dari semua cela manusia_Mu
tegakkan dada anakku, Tuhanku
hingga dia masih bisa berdiri dengan rasa percayanya
tolong ayah, berdoalah seperti itu, aku membutuhkannya

aku diam, bukan berarti aku tidak tahu, ayah
hanya aku ingin lebih diam lagi dari ini dan sekarang mungkin lebih dari yang aku bisa
aku akan belajar ayah. seperti matahari
aku bisa kan, ayah ?
mampukan aku?

Tuhanku, rasanya ingin lisanku berbicara dengan keras pada manusia-Mu
tapi seperti petir, hanya keras tapi tak terhiraukan
untuk apa mereka bermanis didepanku jika sebenarnya mereka muak.
aku menangis ayah, menangis rasanya ingin berkata "berhentilah berpura-pura dan tunjukkan siapa kamu, tanpa harus menyiksa dirimu sendiri hanya untuk menutupi kebencian, keirian, kedengkianmu, aku tahu kelelahanmu, jika telah lelah, maka berhentilah.. tunjukkan kebencian itu di depan wajah dan mataku, bukan hanya bicara dan telingaku yang mendengar"

aku diam, bukan berarti aku tidak tahu ayah.
jika aku daun sehijau itu, aku ingin menjadi teratai
di tengah gemericik air kolam tapi aku masih bisa tenang
tapi kini aku hanya seperti batu.. ayah, yang langsung tenggelam dan berlumut
menjamur rasa sakit dan kecewa ini
membusuk rasa cinta dan kasih ini untuk mereka







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Batman Begins - Diagonal Resize 2 Sumber Artikel Dari : http://info-kitaku.blogspot.com/2013/05/cara-membuat-animasi-kursor-di-blog.html#ixzz2Uy8pkCVO